Bertajub Kebesaran Alloh SWT

Kajian Ilmu Tauhid

Pembukaan

Pesatnya Dunia Teknologi yang sekarang kelam menggeluti berbagai aktifitas, baik usaha ataupun bisnis. Disini Kami dengan sebatas waktu dan kesempatan yang ada ingin berbagi khususnya untuk umat islam dan umumnya untuk masnyarakat Indonesia untuk mari sama-sama kita saling mengingatkan, karna kita adalah saudara.

Visi:

“Menjadi media online berkembang di Indonesia untuk topik Dunia Religi Islam”

Misi:

* Menyajikan untuk topik Religi Islam dalam bahasa Indonesia
* Mengingatkan saya pribadi dan masyarakat Indonesia tentang Religi Islam
* Menyajikan berita dan informasi seputar Religi Islam


Dengan ini kami mohon dunkungan dan restunya.
Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat Amin...

Tauhid adalah aqidah. Aqidah berarti keyakinan. Keyakinan bahwa Allah itu Maha Esa. Aqidah juga berarti sebuah ikatan yang kuat antara manusia sebagai makhluk dengan Allah sebagai Khaliq. Ikatan yang kuat antara sesama manusia dalam satu keyakinan. Satu tauhid dan tauhid yang satu. Tauhid adalah Ath-thariqah. Ath-thariqah berarti jalan untuk memahami Keesaan Allah.

Jalan yang sesuai dengan kaidah – kaidah yang sudah digariskan Allah melalui ajaran Rasulullah Muhammad SAW.

Pemahaman tauhid yang benar ini sudah banyak berkembang dan kita hanya perlu mempelajari dan memahaminya saja melalui pemahaman – pemahaman yang sudah diamalkan oleh para sahabat nabi, para tabiin dan para wali Allah serta para ulama yang taat dan mengamalkan ilmunya serta selalu menyandarkan setiap amalannya kepada Al-Quran dan Hadist

Tauhid adalah Iman. Iman berati percaya dan mempercayai. Kepercayaan yang kuat dengan landasan rukun iman. Pengamalan rukun islam secara konsekuen dan seluruh hukum dan tata aturan yang disampaikan Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW dalam bentuk Al-Quran dan Hadist.

Ilmu tauhid itu ilmu hati. Ilmu yang sebahagian besarnya lebih membutuhkan pemahaman dan keyakinan. Ilmu tauhid tidak memuat tata aturan peribadatan, tapi menjadi landasan dari pengamalan rukun islam dan ibadah – ibadah lainnya. Baik ibadah dalam hubungannya dengan Allah atau ibadah dalam hubungannya dengan sesama manusia atau akhlak mulia yang mengacu kepada aturan agama islam sebagai agama tauhid dan Al-Quran sebagai Kitab Tauhid.

Karena ilmu tauhid adalah ilmu hati yang sangat membutuhkan keyakinan pemahaman yang benar, maka tauhid akan menjadi rahasia antara hati dan tuhannya. Rahasia yang membangun komunikasi dua arah antara manusia sebagai pemilik hati dan Allah.

Apabila tauhid yang dipahami hati adalah tauhid yang salah, tentunya hati tidak akan bisa membangun komunikasi dengan Allah, karena jalan tauhid yang dipakai bukan jalan yang menuju hidayah Allah.
yang benar adalah musuh utama iblis dan seluruh keturunannya, karena terjalinnya ikatan yang kuat antara manusia dan tuhannya akan menjadi benteng yang sangat kokoh dalam menangkal segala bentuk godaan dan tipu daya iblis yang bertujuan menghancurkan dan menggiring menusia menuju kelembah kehinaan dan penyesalan.

Karena tauhid yang benar adalah musuh iblis, maka dalam pembelajaran tauhid yang benar sangat rentan disusupi oleh iblis. Iblis akan membelokkan tauhid dengan cara membisikkan ke dalam hati melalui nafsu, sehingga terjadi pengingkaran terhadap tauhid itu dan atau mencampur adukkan antara tauhid dan nafsu duniawi yang sesat

Soal Jawab Ringkas Tentang Tauhid
Category: Other
Aqidah : DALIL-DALIL TAUHID SOAL DAN JAWAB
Dikirim oleh Zubair_Abu_Abdillah pada 2005/8/30 10:11:23 (323 X dibaca)
Dalil-Dalil Tauhid Soal dan Jawab Masalah Aqidah
Syaikh Muhammad bin Sulaiman at-Tamimiy rahimahullah

Para netter yang dimuliakan Allah 'Azza wa Jalla, insya Allah mulai hari ini Kami akan mengetengahkan terjemahan (alih bahasa) dari kitab diatas, per pertanyaan, oleh Akh Muhammad M Perawang dari kajian mingguan.
Sebagai informasi, bahwa kitab ini adalah kitab acuan awal untuk pemula di majelis Syaikh di Yaman, berdasarkan informasi dari Ustadz Muhammad Ja'far Pekanbaru.
Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita, keluarga, dan semuanya amin...

Pertanyaan Pertama
Apa tiga landasan/asas yang wajib diketahui oleh manusia?

Jawab:
Mengenal Rabb-nya
Mengenal Agamanya, dan
Mengenal Nabinya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pertanyaan Kedua
Siapa Rabb kamu?

Jawab:
Rab-ku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara seluruh alam ini dengan segala nikmat-Nya. Dan Dia adalah sesembahanku tidak ada bagiku untuk beribadah selain kepada-Nya.
Dalilnya dari firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Surah Al-Fatihah ayat 2:

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam”.

Pertanyaan Ketiga
Apa arti Robb?

Jawab:
Rab artinya Yang Memiliki, Yang Diibadahi, Yang Mengatur dan Yang Berhak Diibadahi.

Pertanyaan Keempat
Dengan apa kamu mengenal Allah?

Jawab:
Aku mengenal Rab dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya. Dan diantara yang lainnya adalah dengan adanya malam, siang, matahari dan bulan, dan diantara makhluk-makhluk Allah yang ada didalam 7 tingkat langit, dan yang berada didalam 7 tingkat bumi, dan seluruh yang ada diantara keduanya.
Dalilnya dari firman Allah Ta’ala dalam Surah Fush-shilat ayat 37:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah”.

Kemudian firman Allah 'Azza wa Jalla wa Jalla dalam Surah Al-A’raf ayat 54:

“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia ber-istiwa di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam”.

Pertanyaan Kelima
Apa agamamu?

Jawab:
Agamaku adalah Islam, dan Islam adalah berserah diri, tunduk kepada Allah semata.
Dalilnya firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali ‘Imran ayat 19:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.

Dalil lain dalam al-Quran firman Allah ‘Azza wa Jalla surah Ali ‘Imran ayat 85:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Dan dalam surah al-Ma’idah ayat 3:

“… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Pertanyaan Keenam
Atas suatu apa agama ini dibangun?

Jawab:
Agama ini dibangun atas 5 rukun: yang pertama kita bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan kita bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah Ta’ala, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di Bulan Ramadhan, dan engkau berhaji ke Baitullah Haram jika mampu.

Pertanyaan Ketujuh
Apa itu Iman?

Jawab:
Engkau beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan Hari Akhir, dan beriman kepada Taqdir baik dan buruk-Nya.
Dalil dari al-Quran Surah al-Baqarah ayat 285:

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rab kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Pertanyaan Kedelapan
Apakah itu Ihsan?

Jawab:
Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat Allah, sesungguhnya Allah melihatmu.
Dalil dari al-Quran Surah an-Nahl ayat 128:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”
Pertanyaan Kesembilan
Siapakah Nabimu?

Jawab:
Nabiku Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bin Abdullah bin ‘Abdul Muthalib bin Hasyim, dan Hasyim dari Quraisy, dan Quraisy dari Bani Kinanah, dan Kinanah dari Bangsa ‘Arab, dan bangsa ‘Arab dari keturunan Nabi Isma’il bin Ibrahim, Isma’il dari keturunan Ibrahim, dan Ibrahim dari keturunan Nuh, bagi mereka shalawat dan salam…

Pertanyaan kesepuluh
Dengan Dasar Apa Beliau Diangkat sebagai Nabi dan Rasul?

Jawab:
Beliau diangkat menjadi Nabi dengan Surah Iqra’ (ayat 1-red):

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.

Dan diangkat menjadi Rasul dengan Surah al-Muts-tsir (ayat 1-red):

“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!”

Sumber : Kutaib Dalaailu at-Tauhidi Mas-uulan wa Jawaaban fi al-'Aqiidati
Darul Qasim

Pertanyaan Kesebelas
Apa mukjizat beliau (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam)?

Jawab:
Adalah al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang terbesar dan tidak akan ada yang mampu untuk mendatangkan satu surat saja yang semisalnya, dan mereka tidak akan mampu membuat seperti al-Quran itu. Padahal mereka (orang Quraisy/kafir Arab) itu adalah bangsa yang fasih dengan bahasa mereka. Perlawanan mereka sangatlah keras terhadap orang ayng mengikuti al-Quran tersebut.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 23:

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.

Dalam ayat lain Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, Surah al-Isra’ ayat 88:

“Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain."

Pertanyaan Keduabelas
Apa dalil bahwasanya beliau (Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) utusan Allah?

Jawab:
Firman Allah Ta’ala dalam Surat Ali Imran ayat 144:

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.

Dan firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Fath ayat 29:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud”

Pertanyaan Ketigabelas
Apa dalil kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?

Jawab:
Dalil atas kenabian beliau adalah firman Allah Ta’ala dalam Surat al-Ahzab ayat 40:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Ayat ini menunjukkan bahwasanya beliau adalah nabi dan penutup dari para nabi.

Pertanyaan Keempatbelas
Apakah misi diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Allah Ta’ala?

Jawab:
Beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya, dan tidak menjadikan beserta Allah subahanahu wa ta’ala “ilah-ilah” yang lain. Melarang manusia beribadah kepada makhluk-makhluk Allah: malaikat-malaikat-Nya, nabi-nabi-Nya, orang-orang shaleh, batu-batuan dan pohon-pohon karena semuanya adalah makhluk-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala dalam Surat al-Anbiya’ ayat 25:

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”

Dan firman Allah Ta’ala dalam Surat an-Nahl ayat 36:

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut…”

Dan dalil yang lain, firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam Surat az-Zukhruf ayat 45:

“Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"

Dalam ayat lain Allah berfirman, Surat adz-Dzariyat ayat 56:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Maka ketahuilah, dengan demikian sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan makhluk-Nya kecuali untuk beribadah kepada-Nya saja, dan mengutus para rasul kepada hamba-Nya untuk mengajak kepada seruan itu (beribadah kepada-Nya saja).

Pertanyaan Kelimabelas
Apakah perbedaan Tauhid Rububiyyah dengan Tauhid Uluhiyyah?

Jawab:
Tauhid rububiyyah adalah perbuatan Rab, yang mencakup penciptaan, Pemberian Rezeki, Menghidupkan dan Mematikan, menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan mengatur segala urusan .
Tauhid uluhiyyah adalah perbuatan hamba, yang mencakup berdoa, takut, harap, tawakkal, taubat, cinta, cemas, bernadzar, istighatsah dan selainnya yang mencakup masalah-masalah/jenis ibadah.

Sumber : Kutaib Dalaailu at-Tauhidi Mas-uulan wa Jawaaban fi al-'Aqiidati
Penerbit : Darul Qasim

Dilihat dari macamnya. ilmu tauhid itu dapat dibagai atas tiga macam yaitu :
1. Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah. Tauhid Rububiyah melihat dari asal katanya ar-rabb yang berarti mengmbangkan sesuatu dari suatu keadaan pada keadaan yang lain sampai mencapai kedaan yang sempurna. Dan tidak disebut sendirian kecuali untuk Allah dan apabila ditambahkan kepada kalimatyang lain,maka hal itu bisa untuk Allah

Jadi tauhid Rububiyah berarti tauhid yang menyakini bahwa Allah adalah tuhan. Tuhan Yang Maha Pencipta dan segala perbuatan – perbuatanNya. Pengakuan ini harus tertanam dari dalam diri. Allah telah menciptakan bumi dan langit dan apa – apa yang berada diantara keduanya. memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara serta menjaga seluruh Alam Semesta.

Pengakuan ini harus tertanam dalam hati secara sadar. Baik pengakuan yang terlahir melalui kajian – kajian yang berdasarkan akal budi ataupun pengakuan yang tumbuh sebagai akibat ketaatan dan ketekunan ibadah yang ikhlas karena Allah

2. Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah. Tauhid Uluhiyah yaitu tauhid yang mengesakan Allah dengan perbuatan – perbuatan hambaNya atau mengesakan Allah melalui niat dan ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata.

Pendekatan diri dengan tauhid uluhiyah ini adalah dengan melakukan amal ibadah yang diyariatkan seperti shalat, puasa, berdo’a thawaf, Qurban, pengharapan, takut, senang, tawakal dan lain sebagainya yang kesemuanya itu berasal dari Allah dan untuk Allah semata.

Tauhid Uluhiyah ini mensyaratkan adanya tauhid rububiyah. Tanpa tauhid rububiyah, maka tauhid huluhiyah akan batal karena pengesaan Allah melalui perbuatan – perbutan hamba adalah setelah hamba tersebut menghayati dan memahami seluruh perbutan – perbutan Allah yang telah menciptakan hambaNya tersebut. Atau merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya.

Tauhid Huluhiyah inilah yang selama ini menjadi pertentangan antara orang –orang kafir dengan seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah. Pertentangan itu disebabkan tauhid huluhiyah inilah inti dari dakwah para nabi dan rasul terdahulu.

3. Tauhid Asma wa Sifat

Tauhid Asma wa Sifat. Tauhid Asma wa Sifat yaitu mengesakan Allah melalui pengakuan dan penghayatan tentang nama – nama dan sifat Allah yang didasarkan kepada Al-Quran dan Hadist Rasulullah

Tauhid ini merupakan penafsiran dari pensifatan Allah ataupun penafsiran atas Zat Allah melalui pensifatan rasulullah. Pensifatan ini harus tidak keluar dari prinsip dasar kajian ilmu tauhid bahwa, Allah tidak memberikan pengetahuan kepada manusia tentang ZatNya, tetapi manusia bisa mengenal Allah melalui sifta- sifat dan perbuatanNya

Pensifatan Allah harus bebas dari penafsiran – penafsiran yang mengandung penyimpangan seperti pemahaman penafsiran serba tuhan atau penyatuan diri manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan Allah sebagai tuhan yang menciptakan manusia dan pensifatan Allah juga harus bebas dari tamsil atau pengibaratan atau menyerupakan Allah dengan makhluknya. Bebas dari Visualisasi atau penggambaran tentang Allah

Tiga macam tauhid ini bukan merupakan bagian yang berdiri sendiri, tetapi ketiga macam tauhid tersebut ( tauhid rubbubuiiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa sifat ) merupakan satu kesatuan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Sehingga tiga macam tauhid ini merupakan rangkaian segitiga tauhid yang saling melengkapi dan saling menguatkan.

Apabila satu dari sisi segitiga tauhid tersebut runtuh,maka segitiga tersebut juga akan hancur. Tauhid akan hancur. Apabila salah satu sisi dari segitiga tersebut rusak,maka segitigatersebut akan rusak, Tauhid yang dipahami dan diyakini menjadiakan rusak pula

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita bersama dan melindungi kita selalu dalam hidayah dan pengampunanNya … Amin ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

im coming guys...!!

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

About Me

Foto saya
Anak pertama dari tiga bersaudara, Suka membaca Alqur'an, baik hati, murah senyum, tidak suka bo'ong dan masih banyak lagi dech...!!

Follow on Facebook

Assalamualaikum... atuk ooo atuk

Cari Blog Ini

Easy counter

Followers


Recent Comments