Bertajub Kebesaran Alloh SWT

Ilmu Tajwid; Al-Qur’an


IDGHOM BIGHUNNAH

Idghom bighunnah yaitu salah satu dari bermacam-macam ilmu tajwid atau ilmu yang mempelajari tatacara membaca al-qur’an. Pengertiannya adalah, yaitu apabila ada tanwin atau nun mati bertemu dengansalah satu huruf idghom bighunnah yang berjumlah 4(ya, nun mim, dan wawu) maka hukum bacaannya dibaca dengung.

Iqlab
Yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ maka hukum bacaannya adalah iqlab (mengganti tanwin atau nun mati dengan huruf mim)




Ikhfa’

Ikhfa yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa’ yang berjumlah 15 yaitu : sin, qof, syin, jim, kaf tsa, dhal, shod, dhodh, dlodh, ta’, fa’, za, tho’, dan dal, maka hukum bacaannya adalah ikhfa’ (menyamarkan bacaan antara idhar dan idhghom)

IDHAR HALKI

IDHAR KHALKI yaitu salah satu dari bermacam-macam ilmu tajwid atau ilmu yang mempelajari tatacara membaca al-qur’an. Pengertiannya adalah, yaitu apabila ada tanwin atau nun mati bertemu dengansalah satu huruf idhar yang berjumlah 6 (hamzah, kha’, kho’, ‘ain, ghoin, dan ha) maka hukum bacaannya dibaca jelas.

IDGHOM BILAGHUNNAH
Idghom bilaghunnah yaitu salah satu dari bermacam-macam ilmu tajwid atau ilmu yang mempelajari tatacara membaca al-qur’an. Pengertiannya adalah, yaitu apabila ada tanwin atau nun mati bertemu dengansalah satu huruf idghom bighunnah yang berjumlah (lam dan ro’) maka hukum bacaannya dibaca jelas/tanpa dengung.



Hikmah Membaca Alqur'an


Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Titisan Mutiara Terindah

Ana Syauqatulwardah
Editor: arisHa27

Menangislah sahabat, Kerna air mata adalah bicara yang terindah.
Air mata terindah lahir,
Bilamana kamu terpisah dengan kemaksiatan,Bilamana kamu bertaubat dengan jiwa penyesalan,Tika dirimu mengusir kawan-kawan yang buruk perangai,Tatkala itu kamu pasti merasakan titisan air hangat dipipimu.
Dan Bilamana dirimu meraih tangan,
Insan bergelar sahabat,
Tanpa dirimu sedari pipi dibasahi, Butiran mutiara yang sangat indah.


Bilamana tercipta satu pertemuan,Dan Terungkai segala isi hati,Terungkap sebuah jalinan persahabatan, Tapi tibanya saat perpisahan, Detik ini pasti akan terjadi, Titisan hangat pasti akan menemani diri, Kerna pertemuan dan perpisahan adalah lumrah alam.
Bertemu dan berpisah kerana Allah, Bisa melahirkan rantai-rantai perjuangan,Pergimu menyebarkan wangian jannah, Moga dunia ini akan berbau haruman syurga.
Tetapi sedarlah sahabat, Saat dirimu menghadap Rabbul Izzah,Mutiara indah yang hadir menemani dirimu tika itu, Itulah air mata yang paling bernilai,Ia bisa menjadi perisai untukmu.
Sahabat andai dirimu dahagakan kasih dan cinta, Dambalah cinta dan kasih Yang Satu.


Nukilan: ANA SYAUQATULWARDAH 

Untukmu Rasulullah

Sayu hatiku mengungkap rindu, Kepada insan kekasihku,
Teringinku mendakap wajahmu,
Wajah yang bercahaya,
Mengalahkan sang suria.

Ya Rasulullah,
Cair qalbuku,
Sebak qalbuku,
Melihat dirimu,
Sinar akhlakmu,
Indah peribadimu,
Kata-katamu,
Indah menusuk qalbuku...

Ya Mustofa,
Resah hatiku,
Pilu hatiku,
Melihat dirimu,
Disisih ummatmu,
Tidak pernah mereka sedar,
Pahit, pedih yang kau hadapi,
Tika Jibrail datang bertemu,
Membawa wahyu dari Ilahi,
Pasti basah peluh di dahi,
Menahan beratnya amanah ini...

Ya Rasulullah,
Cintanya dirimu kepada ummatmu,
Saat Izrail menarik nyawamu,
Menahan pedih nyawa ditarik,
Tika nyawa dihujung kerongkongmu,
Kalimah 'UMMATI!' terpatri dibibirmu,
Tanda kasih pada ummatmu...

Berakhirlah hidup seorang insan,
Berakhirlah ujian,
Berakhirlah keperitan,
Tubuh muliamu terbujur kaku,
Terkulai layu di pangkuan isterimu yang dicintai,
Tangisan sahabat mula bergema,
Merantapi pemergianmu,
Susah untuk menerima,
Pemergian seorang insan,
Insan bernama Muhammad,
Telah pergi buat selamanya,
Bergembiralah engkau Ya Rasulullah,
Bertemu habib yang kau cintai,
Bergembiralah engkau Ya Muallim,
Berumahkan istana di taman syurga...

Ya Rasulullah,
Tidak tahan hati ini,
Rinduku padamu kini menguasai,
Butir mutiara membasahi pipi,
Hatiku meronta ke sana sini,
Sudah letih ku menunggu lagi,
Meraut ketenangan diwajahmu...

Ya Habibi,
Syafaatkanlah diri ini,
Agar tenang bersemadi di sini,
Moga bertemu di taman Ilahi,
Di taman Syurga Firdausi... 

Jaga 7 Sunnah Rasulullah S.A.W

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Kerana, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama: tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua: membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Keempat: jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam: jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".

Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

Postingan Lama

About Me

Foto saya
Anak pertama dari tiga bersaudara, Suka membaca Alqur'an, baik hati, murah senyum, tidak suka bo'ong dan masih banyak lagi dech...!!

Follow on Facebook

Assalamualaikum... atuk ooo atuk

Cari Blog Ini

Easy counter

Followers


Recent Comments